×

Error message

Notice: Undefined index: query in _smart_paging_href_replace() (line 523 of /var/www/web/sites/all/modules/smart_paging/smart_paging.module).

Seperti halnya manusia memeras jus dari serabut tebu dan hanya meminum manisnya saja, seperti halnya lebah yang menghisap madu yang ada di bunga tanpa memperhatikan bentuk dan warna bunga, seperti halnya ngengat yang terbang menuju terang cahaya, mengabaikan panas dan malapetaka yang tidak terhindarkan, begitu juga para pencari spiritual (sadhaka) seharusnya rindu untuk menyerap ekspresi kelembutan perasaan, kasihan dan welas asih yang mana membuat Ramayana menjadi lengkap, tidak memperhatikan lagi bagian yang lainnya. Ketika buah dimakan, kita membuang kulit, biji, dan seratnya. Sudah menjadi sifat alami buah memiliki komponen-komponen ini! Namun demikian, tidak ada seorangpun yang memakannya dengan dibayar berapapun! Begitu juga, dalam buah Rama yang disebut dengan Ramayana, kisah tentang raksasa, setan, dan sejenisnya membentuk kulitnya; perbuatan-perbuatan jahat dari orang-orang ini adalah biji keras yang tidak bisa dimakan; deskripsi dan peristiwa dunia adalah bahan berserat yang tidak terasa enak – semuanya ini adalah selubung untuk makanan yang enak! (Rama Katha Rasavahini, Ch 1, “Rama – Prince & Principle”)

 

Kemulian bagi Sai Rama penuntun hidup kita, mari meyanyikan manisnya nama Rama: Karunantaranga