23. Menyelamlah Dalam-dalam di Lautan yang tiada Bertepi


     Menyelamlah dalam-dalam di lautan kedamaian. Engkau akan mendapatkan mutiara yang tidak ternilai yaitu kebahagiaan ātma. Manusia yang menggunakan kesempatan itu akan menjadi pengejawantahan kedamaian yang suci dan cemerlang. Itulah sebabnya Veda menyatakan bahwa manusia adalah perwujudan kedamaian. Karena itu, janganlah kauperdayakan dirimu sendiri dengan membayangkan bahwa engkau merupakan pusat keresahan dan ketidakbenaran. Ketahuilah bahwa engkau adalah pengejawantahan kedamaian, kasih adalah darah yang mengalir dalam nadimu, dan sifatmu yang sesungguhnya adalah kegembiraan. Sadari dan wujudkan hal ini dengan pengalaman dan penghayatan.

     Tanpa kedamaian batin, tidak mungkinlah engkau melihat kebenaran. Sebagaimana sinar matahari diperlukan agar bunga dapat mekar dan buah menjadi ranum, demikian pula cahaya kedamaian diperlukan agar manusia dapat berkembang sepenuhnya. Bila engkau memiliki kedamaian batin, engkau dapat menjadi matang dan menyadari kesunyataan, yaitu Tuhan Yang Maha Mutlak, kekal, dan penuh kebahagiaan.

     Tuhan Yang Mahabesar bagaikan samudra yang tiada tepi dan dasarnya. Samudra itu merupakan landasan bagi gelombang yang selalu menggelora, merupakan bukti dan hasil kekuatannya. Ombak timbul dari lautan, menggelora dari situ, jatuh kembali ke dalamnya, dan lebur di dalamnya. Walau kekuatan samudra tampak jelas dalam gejolak naik turun gelombangnya, lautan itu tetap stabil dan mantap. Tetapi dunia lebih memperhatikan hal-hal yang sementara serta berubah-ubah dan beranggapan bahwa gelombang itu penting sekali. Demikian pula peminat kehidupan rohani lebih memikirkan usaha untuk mencapai hal-hal yang sementara dan dapat berubah. Ia tidak berusaha mencapai penghayatan tidak berubah dari prinsip yang mendasarinya yaitu Brahman, Tuhan Yang Mahamutlak. Semua keinginan indra, semua dorongan, bangkit dengan kekuatan yang tidak tertahan bagaikan gelombang lautan yang menderu dengan dahsyatnya, lalu surut ke dalam air, mereka tidak memberi ketentraman batin. Jalan yang bijaksana yaitu lupakan gelombang ini dan arahkan perhatianmu pada lautan di bawahnya yang tetap tidak berubah. Hanya dengan demikianlah engkau akan memperoleh kedamaian, berenang-renang dengan bahagia di air yang dalam dan tenang.

     Mengapa penghuni lautan yang dalam demikian bahagia? Karena mereka dikelilingi oleh air, di atas, di bawah, dan di segala penjuru. Mereka tidak dapat hidup sedetik pun di luarnya. Bila karena suatu sebab mereka terlempar keluar dari situ, mereka akan berjuang mati- matian untuk kembali ke air lagi karena bencana itu akan mendatangkan maut baginya. Demikian pula bila manusia tenggelam dalam kedamaian, ia akan mengalami kegembiraan dan keriangan keadaan itu dalam segala hal. Manusia yang telah mengecap kegembiraan dan keriangan itu tidak akan dapat menahan keadaan aśānti ‘tiadanya damai, keresahan, dan kekacauan’ sedetik pun. Ia tidak akan pernah meninggalkan keadaan damai itu. Jika karena suatu keadaan ia terpaksa masuk dalam keadaan aśānti, ia akan berjuang mati-matian dan berusaha secara nekat untuk memperoleh kembali kedamaian itu, walau mungkin ia menemui ajal dalam usaha tersebut. Tetapi, mengapa orang semacam itu dapat terlempar ke pantai aśānti dan mempertaruhkan hidupnya dalam usaha melepaskan diri serta kembali lagi menuju kedamaian? Ia dapat selalu berada dalam keadaan bahagia, tenggelam dalam lautan kedamaian, bukan?

     Janganlah mengapung di atas gelombang dorong- an dan pamrih, kecenderungan, keinginan, dan hawa nafsu. Menyelamlah lebih dalam dan cobalah bersukaria di tingkat yang lebih tenang. Inilah tugas yang paling mendesak. Setelah itu, bagimu tiada lagi bahaya terlempar keluar dari lautan dan jatuh di pantai yang kering.

     Hanya kedamaian yang murni dan suci semacam ini akan melenyapkan dinding yang kini memisahkan manusia yang satu dari manusia yang lain. Kedamaian suci ini akan mengubah semua kebencian yang tidak masuk akal, kesalahpahaman, kemuakan, dan prasangka yang menyelubungi tingkah laku manusia. Kedamaian merupakan manifestasi kekuatan kasih yang agung. Semua yang berada di bawah kekuasaannya akan diberkati dengan kemampuan luar biasa untuk berbuat kebaikan. Kedamaian dapat membuat Tuhan berada dalam jangkauan manusia dan manusia dalam jangkauan Tuhan.

     Latihan rohani tidak dapat memberikan kekuatan yang lebih tinggi dari ini. Kedamaian merupakan rahasia prinsip kehidupan dalam ciptaan. Ia merupakan perwujudan tertinggi dari kemuliaan ātma. Dalam tangan bhakta, kedamaian menjadi tongkat wasiat yang dapat digunakannya untuk menguasai dunia. Di samping itu, kedamaian juga memberi kepuasan yang terbesar.