16. Makna Ketidakterikatan yang Sesungguhnya


     Lalu, apakah sesungguhnya mokṣa atau kebebasan (dari lingkaran kelahiran dan kematian) itu? Ini adalah samādhi (atau kedamaian) yang dicapai melalui disiplin pembersihan batin, yaitu latihan rohani yang dilakukan dengan meniadakan kesan-kesan yang diperoleh pada waktu melihat, mendengar, membaca, belajar, dan berbuat sesuatu.

     Seseorang yang menderita nyeri tiada tertahan tidak akan berminat menonton pertunjukan bukan? Demikian pula pencari kesunyataan dan bhakta yang bersungguh-sungguh tidak akan menaruh minat pada kesenangan lahiriah dan nafsu-nafsu rendah dalam pertunjukan pentas dunia. Pertama-tama keinginan rendah ini harus dikendalikan dan ditinggalkan. Mereka merupakan penyebab segala kesengsaraan. Hawa nafsu ditimbulkan oleh khayal dan sifat rājasika. Ketidakterikatan atau vairāgya timbul dari sifat sātvika (sifat tenang damai). Hawa nafsu bersifat jahat. Hawa nafsu, kekaburan batin, dan egoisme, semuanya timbul dari maya. Hawa nafsu menyebabkan kematian, sedangkan ketidakterikatan (vairāgya) menghasilkan kebebasan; merupakan kebijaksanaan.

     Tetap teguh dalam vairāgya merupakan tirakat tertinggi, nazar yang paling sukar dan berat. Engkau harus selalu waspada dalam tirakat ini dan terus menerus berusaha. Seperti anak kecil yang belajar berjalan, mungkin engkau tertatih beberapa langkah, terhuyung, dan jatuh. Tetapi seperti halnya anak kecil, engkau harus bangkit, tersenyum, dan mulai maju lagi. Agar dapat melakukan usaha yang gigih semacam itu, diperlukan kedamaian batin. Kegagalan bukanlah bongkahan batu yang merintangi jalanmu; ingatlah, itu merupakan batu loncatan menuju kemenangan.

     Terikatlah pada dirimu yang sejati; beristirahatlah dan berlindunglah di dalam-Nya. Renungkan dirimu yang sejati tanpa henti. Kemudian segala ikatan  akan terlepas dengan sendirinya, karena ikatan yang kaugunakan untuk melekatkan dirimu kepada Tuhan atau ātma, mempunyai kekuatan untuk melepaskan engkau dari segala ikatan yang lain.

     Orang yang tidak memiliki kelekatan mempunyai kasih sejati bagi semuanya. Kasihnya tidak hanya murni, tetapi juga suci. Kasihnya merupakan perwujudan kedamaian. Engkau pasti dapat mencapai  Tuhan  jika engkau telah membebaskan diri dari segala sifat rājasika, hawa nafsu atau kelekatan, dan jika engkau selalu melakukan disiplin yang telah diuraikan sebelum ini.

     Tentu saja vairāgya ‘pengunduran diri atau ketidakterikatan’ bukan berarti meninggalkan rumah dan keluarga, atau melepaskan kedudukan tinggi, atau bahkan kerajaan. Vairāgya adalah pengertian bahwa Tuhan berada dalam segala sesuatu, memudarnya segala perbedaan nama dan rupa. Vairāgya adalah kebahagiaan jiwa yang dihayati karena menyadari Tuhan sebagai kenyataan sejati dalam segala sesuatu dan di segala tempat. Itulah makna sebenarnya istilah agung vairāgya ‘tanpa keterikatan’. Selama engkau melihat dunia nama dan rupa, engkau dibebani kelekatan. Bagaimana seseorang dapat disebut tidak memiliki kelekatan bila ingatannya tenggelam dalam pikiran, perasaan, dan pengalaman-pengalaman dunia objektif? Ia mungkin meninggalkan segala miliknya, tetapi hatinya masih dipenuhi dengan semua hal ini. Orang semacamitu tidak dapatdisebut bebas darisegala kelekatan. Untuk memperoleh semangat vairāgya yang sejati ini, kedamaian batin sangat diperlukan.