×

Error message

Notice: Undefined index: query in _smart_paging_href_replace() (line 523 of /var/www/web/sites/all/modules/smart_paging/smart_paging.module).

Dasaratha mengirim Sri Rama ke hutan selama empat belas tahun sebagai akibat dari janjinya kepada Kaikeyi. Walaupun tidak biasa dalam menjalani hidup penuh kesulitan, Sita bertahan menghadapi kesulitan dengan kehidupan di hutan. Lakshmana tidak memiliki kewajiban untuk mengalami semua kesulitan itu. Karena bhakti yang begitu besar kepada Sri Rama, Lakshmana mengikuti Rama seperti sebuah bayangan. Lakshmana membawa buah, bunga, dan persediaan dari hutan untuk melayani Rama dan Sita, dan dirinya sendiri berpuasa. Setiap saat dalam hidupnya, Lakshmana menghabiskannya dalam pelayanan pada Rama. Lakshmana meletakkan keduanya yaitu tubuh dan pikirannya dalam pelayanan dan pemujaan pada Rama sebagai Sagunopasaka. Bharata meminta Rama untuk kembali ke Ayodhya, namun usahanya tidak berhasil karena Rama menolak kembali. Jadi, Bharata menahan dirinya untuk kembali, namun tinggal diluar Ayodhya tepatnya di Nandigrama. Tubuhnya ada di Nandigrama, namun pikirannya ada bersama dengan Rama. Lakshmana memuliakan Rama dengan tubuh dan pikiran, sedangkan pemujaan Bharata adalah murni secara batin karena pikirannya menyatu dengan Rama. Karena pemujaan dari Bharata bersifat batin maka beliau adalah seorang Nirgunopasaka. (Divine Discourse, Sep 3, 1999)

 

Mari menyanyikan penguasa Ayodhya yang memberikan kemurnian pada batin kita, dengan lagu : “Ayodya Vasi Ram”