41. DAFTAR KATA


Antabkarana : Peralatan batin. Dalam fungsi berpikirnya disebut manas; dalam fungsi membeda-bedakan antara yang baik dan buruk, langgeng sementara, dan sebagainya, disebut buddhi; dalam fungsinya sebagai penyimpan kesan- kesan mental dan ingatan disebut citta; jika menyamakan diri dengan tubuh disebut ahamkara.

Atma : Kenyataan diri sejati; kesadaran universal yang abadi.

Bhakta : orang yang penuh kasih dan bhakti kepada Tuhan.

Bhakti Yoga : usaha untuk manunggal dengan Tuhan melalui jalan bhakti.

Bhagavadgita : secara harfiah berarti 'nyanyian Tuhan'. Kitab suci yang sangat terkenal ini merupakan bagian dari epik agung Mahabharata dan mengandung intisari filsafat Vedanta. Buku ini tersusun dalam bentuk nasihat yang diberikan oleh Sri Krsna kepada Arjuna; berisi wejangan rohani yang ditujukan kepada umat manusia dan mengajarkan cara untuk mencapai persatuan dengan Tuhan melalui jalan pengetahuan, bhakti, kerja tanpa pamrih, serta meditasi.

Bhagavata : salah satu di antara 18 kitab  Purana  yang  termasyhur;  menceritakan  kemuliaan semua penjelmaan Visnu dan para bhakta yang mencintai Tuhan.

Bruce : Robert Bruce (1274-1329), raja dan pejuang kemerdekaan Skotlandia. Ia melewatkan hampir seluruh masa hidupnya untuk membebaskan negerinya dari jajahan Inggris. Menurut legenda, pada suatu hari Robert menyembunyikan diri dari kejaran musuh. Ia berbaring dalam gubuk yang buruk. Di langit-langit dilihatnya seekor laba-laba bergantung pada benangnya, berusaha meloncat dari balok yang satu ke balok lain. Laba- laba itu mencoba tujuh kali tanpa hasil. Robert sadar bahwa ia juga telah bertempur tujuh kali tanpa hasil melawan Inggris. Ia memutuskan akan mengamati bila laba-laba itu mencoba lagi kedelapan kalinya dan berhasil, ia juga akan mencoba lagi. Usaha laba-laba yang kedelapan kalinya ternyata berhasil: Robert menganggapnya sebagai petunjuk. Ia bertempur lagi dan memperoleh kemenangan.

Devibhagavatam : salah satu kitab Purana yang menekankan bhakti sebagai cara untuk menyadari Tuhan (sebagai Ibu Jagatraya).

Draupadi : permaisuri Pandava. Ketika Pandava kalah dalam perjudian, Kaurava memerintahkan agar Draupadi dibawa ke istana mereka. Duhsasana, adik Duryodhana, menjambak rambutnya dan menyeretnya ke depan pertemuan para raja. Untuk menghina Pandava, Duhsasana berusaha merenggut sari (pakaian tradisional wanita India) yang dikenakan Draupadi. Karena suaminya dalam keadaan tidak berdaya, Draupadi berdoa mohon pertolongan Krsna. Krsna melindungi kehormatannya dengan terus menerus memperpanjang sarinya secara mukjizat.

Gajendra : Raja Indradyumna, abdi Visnu, terkena kutuk Rsi Agastya sehingga menjadi gajah. Pada suatu hari ketika sedang minum di danau dekat Gunung Trikuta, seekor buaya menggigit kakinya dan menariknya ke dalam danau. Gajah Gajendra berusaha menarik buaya itu ke darat, tetapi buaya tidak mau melepaskannya. Adu kekuatan ini berlangsung lama sekali hingga Gajendra kehabisan tenaga. Ia berdoa mohon pertolongan Visnu. Visnu menampakkan diri dan melepaskannya dari gigitan buaya. Dengan berkat Visnu, Gajendra memperoleh wujudnya semula dan mencapai surga Vaikuntha.

Jnana : pengetahuan tertinggi atau kebijaksanaan universal; penghayatan keesaan alam semesta bahwa tiada apa pun yang ada selain Tuhan atau diri sejati.

Jnanamarga : usaha untuk menghayati kenyataan diri sejati melalui jalan pengetahuan.

Kapila : rsi agung, terkenal sebagai eksponen filsafat Samkhya.

Karma : perbuatan manusia; juga berarti nasib yang diakibatkan oleh perbuatan orang itu sendiri. Ada tiga jenis karma sebagai berikut.

Sancita : kumpulan karma dari kehidupan-kehidupan yang telah lampau.

Prarabdha : sebagian dari karma masa lalu yang harus dihabiskan  dalam  kehidupan sekarang.

Agami  : karma manusia dalam kehidupan sekarang ini, yang akan menimbulkan akibat dalam kehidupannya kelak.

Karma Marga : usaha untuk mencapai persatuan dengan Tuhan melalui kegiatan pelayanan dan pengabdian kepada semua makhluk yang dilakukan tanpa pamrih dan tanpa rasa keakuan. Penganut karma marga berusaha melihat manusia (atau makhluk) yang ditolongnya sebagai perwujudan Tuhan.

Maitreyi : salah satu istri Yajnavalkya. Menurut Brhad Aranyaka Upanisad, sebelum Rsi Yajnavalkya menempuh hidup sebagai pertapa, ia akan membagikan harta miliknya kepada kedua istrinya. Maitreyi tidak mau menerima harta materiel itu dan sebagai gantinya mohon agar diberi bimbingan rohani untuk mencapai kesadaran Tuhan.

Moksa : kebebasan dari belenggu kelahiran dan kematian; kebebasan dari segala keterbatasan, ikatan, dan perbudakan (keinginan) duniawi. Hal ini dicapai bila kesadaran individu manunggal dengan kesadaran Tuhan yang universal. Inilah tujuan akhir kehidupan manusia.

Neti, Neti : 'bukan ini, bukan ini' adalah kesimpulan yang diperoleh sadhaka yang  menempuh jalan penyelidikan batin dan berusaha mencari kenyataan diri sejati. Ia memeriksa setiap aspek dirinya sendiri: perasaan, emosi, serta pikirannya, dan menanyakan pada dirinya sendiri, "Siapakah aku sebenarnya? Apakah aku emosi? Perasaan? Pikiran? … ," dan seterusnya hingga ia sampai pada yang tidak dapat diuraikan dengan kosa kata manusia. Setelah membuang segala yang bukan merupakan kenyataan dirinya, ia akan sampai pada kesunyataan.

Prahlada : sejak kecil ia amat saleh dan berbakti kepada Tuhan sehingga ayahnya, raja raksasa Hiranyakasipu yang membenci Visnu, menyiksanya dan bahkan berusaha membunuhnya. Visnu dalam penjelmaan-Nya sebagai Narasimha 'manusia singa', menyelamatkan Prahlada dan membunuh Hiranyakasipu.

Purana : kitab suci yang menyampaikan kebenaran Veda dan peraturan dari kitab Dharma Sastra dalam bentuk aneka kisah pendek. Ada 18 Purana dan 18 tambahan (Upa Purana).

Rajasik : sifat yang aktif dan penuh hawa nafsu.

Rajayoga : usaha untuk mencapai persatuan dengan Tuhan melalui pengendalian diri, pembinaan sifat-sifat yang baik, dan pengendalian pikiran.

Ramanujacarya : (1017- 1137) seorang suci tokoh Vaisnava 'pemuja Visnu' dari desa Sri Perambudur dekat kota Madras, India Selatan. Terkenal sebagai eksponen filsafat Visistha-dvaita.

Ramdas : (1608-1681) seorang suci yang mengajarkan bhakti kepada Sri Rama, Avatar Zaman Tretayuga. la Iahir di wilayah Maharastra dan terkenal sebagai guru Maharaja Sivaji.

Rsi : orang arif bijaksana yang pikiran dan akal budinya telah disucikan dengan Iatihan rohani sehingga ia memiliki penghayatan Atma.

Sastra : atau smrti yang dikenal sebagai dharma sastra adalah aturan-aturan moral yang menentukan tingkah laku individu, masyarakat, dan bangsa. Ada 18 kitab Dharma Sastra yang ditulis oleh tokoh-tokoh seperti Manu, Yajnavalkya, Parasara, dan sebagainya.

Sadguru: guru sejati yang kesadarannya telah manunggal dengan Tuhan. Beliau melenyapkan kekaburan batin dan membimbing peminat kehidupan rohani menuju kesadaran Atma.

Sadhaka : peminat kehidupan rohani; pencari kesunyataan; orang yang berhasrat mencapai kesadaran Atma dan menjalankan latihan serta disiplin rohani.

Sadhana : latihan rohani; disiplin spiritual.

Sadhu : sadhaka yang menempuh jalan kebajikan dan bebas dari kelekatan duniawi. Samadhi  : puncak meditasi. Dalam tingkat ini pikiran dan perasaan orang yang bermeditasi terpusat sepenuhnya kepada Tuhan. Kesadarannya manunggal dengan objek meditasinya yaitu Tuhan atau kenyataan diri sejati, tidak ada lagi dualitas.

Sanaka  : seorang rsi agung.

Sananda : seorang rsi agung.

Sannyasa : tahap keempat dalam kehidupan manusia yang dilewatkan dengan tirakat, mati-raga secara total, dan merenungkan Tuhan dengan tiada putusnya. (Menurut ajaran Veda, kehidupan manusia terbagi dalam empat tahap yaitu:

(1) siswa yang hidup selibat atau tahap brahmacari, (2) menikah dan membina rumah tangga atau tahap grhastha, (3) bertapa di hutan atau tahap Vanaprastha, dan (4) tahap Sannyasa.

Sannyasi  : orang yang telah disiksa untuk menempuh kehidupan sannyasa.

Sattvik  : sifat yang murni, luhur, penuh kebajikan, tenang, seimbang, dan penuh kekuatan.

Santa bhakta  : orang yang memiliki santa bhakti.

Santa bhakti : dalam bhakti ini  peminat  kehidupan  rohani  menerapkan  keseimbangan  batin dan menganggap segala yang terjadi padanya sebagai anugerah Tuhan, karena itu ia tidak terpengaruh oleh kegagalan atau keberhasilan; ia selalu bersyukur apa pun yang diterimanya dari Tuhan.

Suka : putra Maharsi Vedavyasa.

Sankara : tokoh terbesar yang mengajarkan filsafat nondualisme. Anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa ini lahir di Kerala, India Selatan, pada abad ke-8. Dalam masa hidupnya yang hanya 32 tahun, beberapa kali ia berjalan kaki ke segala penjuru tanah India dan menegakkan tarekat pertapaan Hindu yang pertama dengan asram-asramnya di India Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Ia juga menulis ulasan penting mengenai Vedanta, Bhagavad Gita, Upanisad, maupun puisi, doa, madah pujian, serta berbagai karya filsafat.

Tamas : sifat yang malas, tumpul, bodoh, lembam, dan lamban.

Tyagaraja : (1767-1847), seorang suci, penggubah lagu, dan penyair tersohor dari India Selatan.

Tukaram : (1608-1650), seorang suci dari desa Dehu, dekat kota Puna, negara bagian Maharastra. Terkenal karena baktinya kepada Panduranga Vittala (perwujudan Sri Krsna).

Upanisad : secara harfiah Upanisad berarti duduk di dekat guru kerohanian dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh wejangan yang disampaikannya. Upanisad adalah bagian akhir kitab suci Veda yang mengajarkan pengetahuan tentang Tuhan, mengungkapkan kebenaran teragung yang dapat dicapai manusia, dan mengandung filsafat yang merupakan intisari Vedanta.

Vasana : keinginan, kecenderungan, dorongan, ketagihan, kelekatan.

Vairagya  : ketidakterikatan yaitu:

  1. tidak terikat pada kesenangan yang berasal dari benda dan hal ikhwal duniawi, serta
  2. bebas dari keinginan-keinginan ragawi dan duniawi.

Veda : atau Veda berasal dari akar kata Vid, artinya 'tahu'. Veda adalah pengetahuan spiritual yang suci mengenai kebenaran abadi. Kitab suci yang disusun, oleh Maharsi Vedavyasa ini merupakan sebagian dari Sruti „yang didengar atau diwahyukan‟ yaitu sabda Tuhan yang didengar oleh para rsi zaman dahulu ketika sedang berada dalam tingkat kesadaran yang sangat tinggi. Pada mulanya jumlah Veda tidak terhitung banyaknya, tetapi setelah berabad-abad kini hanya empat Veda yang ada yaitu: Rig Veda, Yajur Veda, Sama Veda, dan Atharvana Veda.

Viveka : kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan salah, nyata dan tidak nyata, kekal dan sementara, antara diri sejati dan yang bukan diri sejati.

Yaga : sama dengan yajna.

Yaja : upacara pengurbanan yang diselenggarakan sesuai dengan petunjuk Veda; persembahan atau pengurbanan untuk Tuhan.

Yoga Marga : lihat Rajayoga.

Yoga Sutra : kitab suci yang ditulis oleh Maharsi Patanjali.

Yogi : orang yang hidup sederhana dalam tirakat serta latihan rohani dan memusatkan seluruh daya hidupnya pada usaha untuk manunggal dengan (kesadaran) Tuhan.