CHINA KATHA 1


RADIO TRANSISTOR - KOTAK TUKANG CUKUR

 

Suatu penilaian yang salah menyebabkan engkau menyandang radio di bahumu. Bahkan Ketika engkau datang di prasanti Nilayam! Sekarang telah menjadi mode. Para menantu laki-laki berusaha mendapatkan radio transistor secepatnya dari mertuanya. Ada seorang laki-laki muda di sebuah kota besar. Suatu hari ayahnya datang berkunjung dan oleh putranya djemput sendiri di stasiun. Mereka pulang naik bemo, Ketika ayahnya yang masih bingung oleh hiruk pikuk lalu lintas melihat seorang menyandang sebuah kotak segi panjang di bahunya. Sang ayah melihat lebih banyak kotak semacam itu yang dibawa dengan bangga oleh anak-anak muda yang berpakaian mengikuti mode dan berjalan dengan sikap yang sombong dan sinar mata yang tak acuh. Ia bertanya kepada putranya. Berapa yang harus dibayar jika bercukur di kota dan ketika putranya menjawab setengah Rupi, Ia heran karena demikian murah. Tukang-tukang cukur yang berkeliaran dengan menyampirkan kotak di bahunya ini tampaknya demikian kaya dan berpakaian bagus sehingga saya kira setidak-tidaknya taripnya lima Rupi, katanya. Orang dari desa itu mengira radio transistor itu adalah kotak tukang cukur! Sebenarnya banyak orang yang membawa dan menyetelnya tidak mengerti A B C nya musik baik Barat maupun Timur. Mereka juga tidak mengerti ilmu bumi, sejarah atau politik sedikitpun untuk dapat mengkuti berita. Mereka memakai arloji di pergelangan tangan, tetapi untuk mengetahui jam berapa, mereka mengulurkan tangangnya pada orang yang duduk di sebelahnya! Mereka tidak dapat membaca jam, dan juga tidak mempunyai janji yang harus ditepati semua ini hanyalah melipat gandakan kesengsaraan, tanpa guna.