CHINA KATHA 1


KETIDAKPERDULIAN MEMBAWA KERINDUAN YANG DALAM AKAN TUHAN

 

Sri Ramakrishna berkata jika engkau hendak menghindarkan agar tanganmu tidak kena getah nangka ketika mengupasnya, usaplah tanganmu dengan beberapa tetes minyak. Demikian pula katanya: “Jika engkau tidak menghendaki dunia dan reaksinya melekat padamu, usaplah beberapa tetes “ketidakperdulian” pada pikiranmu”.

Ketidakperdulian membawa kerinduan yang dalam pada Tuhan. Chaitanya pergi ke Brindawan, yang setiap butir debunya dianggap suci karena Krishna telah berjalan di sana beberapa abad yang lalu. Ia tidak melihat, mendengar, menyentuh, mencium atau merasakan apa pun kecuali Krishna di Brindawan. Ia dianggap demikian pelupa pada dunia di sekitarnya sehingga ia tidak menghiraukan desakan rasa lapar, haus dan etiket sosial. Ia mendambakan makanan yang sudah disucikan yang dipersembahkan pada Krishna di kuil. Tetapi pada suatu malam Tuhan menampakkan diri di hadapannya dan menegurnya karena masih memiliki keinginan yang satu itu. Ketika akhirnya ia melepaskan juga keinginan tersebut dan hanya haus akan Beliau saja. Krishna mewujudkan diri di hadapanya, dari dalam dirinya. Chaitanya (kesadaran) Ilahi menerangi Chaitanya dalam bentuk manusia.

Oleh karena itu, belajarlah disiplin yang akan membuat pikiranmu hanya menetap pada Tuhan dan tidak pernah beralih dari situ.